Senin, 27 Oktober 2014

Proses Terbentuknya Gunung

Pengertian gunung adalah tanah yang menonjol ke atas, lebih tinggi dari wilayah di sekitarnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi daripada bukit . Lalau seberapa tinggi? Disebut gunung jika puncaknya lebih tinggi dari 610 meter dari permukaan laut. Adapun puncak gunung tertinggi di Indonesia berada di Papua, tepatnya di kawasan gunung Jaya Wijaya. Puncak gunung itu bernama Cartenz Pyramid dengan ketinggian 4.884 meter dari permukaan laut. Sedangkan gunung tertinggi di dunia adalah gunung Everest dengan ketinggian 8.840 meter dari permukaan laut. Gunung Everest merupakan salah satu gunung di pegunungan Himalaya yang terletak di perbatasan China dan Nepal.

Proses Terjadinya Gunung
Biasanya, gunung terbentuk karena adanya gerakan tektonik dan gerakan orogenik pada lempeng. Selanjutnya gerakan-gerakan tersebut dikenal dengan sebutan orogenesis. Nah, sedimen baru akan terjadi di dalam proses orogenis untuk kemudian berkumpul dan berubah bentuk menjadi lempeng tektonik. Biasanya dalam pembentukan lempeng tektonik, ada tiga lempeng yang ditimbulkan, yaitu lempeng busur kepulauan, benua dan lautan. 
Selanjutnya, tumpukan yang terjadi pada lempeng kepulauan dan benua akan menyusup ke lapisan astenosfer atau menyusup ke bebatuan vulkanik.
Setelah itu, sedimen baru akan terjadi pada sisi benua. Sedangkan tumpukan lempeng benua dengan benua sendiri merupakan suatu proses pembentukan yang menggunakan sistem penggunungan, seperti puncak Himalaya dan Ural.
Selain proses orogenis atau orogenik, juga terjadi proses epeirogenesis. Proses ini merupakan suatu gerakan yang membentuk benua dengan menggunakan jari-jari bumi. Proses ini juga dikenal dengan gerakan radial. Suatu gerakan yang mengarah menjauh dari titik pusat bumi.
Berdasarkan keteranga tersebut, selanjutnya dapat disimpulkan bahwa gunung terjadi atas 3 proses,pertama proses sedimen, yaitu lapisan-lapisan sedimen dan batuan vulkanik menumpuk sampai kedalaman beberapa kilometer.

Proses Terjadinya Gunung
Ketiga, proses pengangkatan kerka bumi. Biasanya gesekan antar lempeng akan mengangkat sebagian kerak bumi sebagai lipatan lebih tinggi dari sekitarnya, sampai membentuk gunung. Sedangkan jika lempeng saling menarik, maka akan terbentuk lembah.



-Sumber : http://www.drzpost.com

Tips Dan Cara Mudah Belajar Yang Efektif Dan Efisien






Cara Belajar yang Baik Efektif dan Efisien - Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Cara Belajar yang Baik Efektif dan Efisien. Ada beberapa hal yang harus anda patuhi sebelum menerapkan Cara Belajar yang Baik Efektif dan Efisien ini, yaitu :  Niat yang tulus dari hati nurani anda sangat dibutuhkan sebelum menerapkan cara ini, karena tanpa niat yang tulus, kemungkinan kecil cara belajar ini akan berhasil. Yakin dan percaya diri bahwa sebelum dan sesudah menerapkan cara ini anda akan lebih mudah dalam mempelajari suatu materi pelajaran dengan baik, efektif, dan efisien. Fokus dan konsentrasi adalah hal yang harus anda lakukan saat menerapkan cara belajar ini, karena jika anda tidak fokus dan konsentrasi, maka sangat sulit untuk memahami suatu materi pelajaran. Nah, jika anda sudah memenuhi syarat-syarat tersebut di atas, maka simaklah penjelasan saya tentang Cara Belajar yang Baik Efektif dan Efisien berikut ini :


1. Pertama kali yang harus anda lakukan adalah menyiapkan sebuah buku yang berisi tentang materi pelajaran yang ingin dipelajari. Selain buku, mungkin ada juga ringkasan materi yang anda buat sendiri, atau hal lain yang berisikan materi yang ingin dipelajari.


2. Jika sudah, maka pelajarilah materi-materi yang ada didalamnya, sedikit demi sedikit, dari materi satu ke materi yang lain, dan lakukan pemahaman materi ini selama 20 menit.


3. Jika sudah, maka berhentilah sejenak untuk istirahat guna menenangkan pikiran. Sebaiknya istirahat ini jangan lama-lama, cukup 5-10 menit saja. Ingat, istirahat yang dilakukan tidak boleh sambil mengerjakan hal-hal lain yang tidak penting seperti membaca SMS teman, Facebook-an, Twitter-an, dll. Disinilah fokus dan konsentrasi sangat dibutuhkan. Sangat dianjurkan pada saat istirahat, anda tenangkan pikiran anda dahulu seperti memperhatikan detikan jarum jam, atau hal lain yang membutuhkan dan memancing perasaan kita untuk fokus dan konsentrasi.


4. Nah, jika anda sudah beristirahat dan menenangkan pikiran, saatnya anda untuk mengulang kembali materi-materi yang telah dipelajari dan dipahami selama 15 menit, setelah itu istirahat lagi selama 5-10 menit.


5. Setelah itu, anda harus mengulang kembali materi yang telah anda pelajari dan anda pahami selama 10 menit. Nah, disini anda sudah mempelajari materi-materi sebanyak 3 (tiga) kali dengan waktu pertama 20 menit, kedua 15 menit, dan ketiga 10 menit dengan istirahat selama 5-10 menit setiap selesai mempelajari dan memahami suatu materi. Dengan demikian, anda sudah belajar memahami suatu materi pelajaran yang sudah diciptakan oleh pakar otak dunia yaitu Tony Buzan.

Demikian beberapa tips/Cara Belajar Efektif mudah-mudahan bermanfaat.

Minggu, 26 Oktober 2014

Ini Dia 7 Karya Arsitektur Kuno Yang Menakjubkan

Mungkin kita mengira bahwa pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan lainnya merupakan teknologi canggih yang ditemukan oleh para ilmuwan di zaman modern ini. Tetapi, kita pasti tidak mengira bahwa desain teknologi yang mirip sudah lebih dulu diciptakan oleh peradaban zaman dahulu.
Diantaranya sebagai berikut :



1. Desain Kincir Angin
Kincir angin Persia kuno merupakan salah satu kincir angin tertua yang pernah dibuat oleh manusia. Kincir angin ini dibuat oleh peradaban Persia sekitar 3000 tahun yang lalu. Kincir angin ini digunakan untuk menggiling gandum dan memompa air.


Tanaman alang - alang diikat menjadi satu sehingga terbentuk bantalan yang diletakkan di sumbu pusat. Kincir angin ini dibuat dengan hati - hati, karena hampir setiap bagian dibuat dengan tangan.

Walaupun mekanismenya sederhana, tetapi kincir angin ini telah dikenal oleh seluruh peradaban lainnya pada masa itu, dan beberapa negara masih menggunakan mekanisme seperti ini hingga di era modern ini. Bisa dibilang, kincir angin kuno ini merupakan cikal bakal kincir angin modern yang digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin.




2. Menara Angin Persia
Masih dari peradaban Persia kuno, menara angin atau wind tower ini digunakan oleh masyarakat Persia untuk sistem ventilasi udara di rumah - rumah mereka. Sistem ventilasi mereka jauh lebih rumit dari sistem ventilasi yang ada di rumah kita.



Sistem ventilasi yang mereka kembangkan sejak 2.000 tahun yang lalu ini mungkin hanya bisa disaingi oleh sistem ventilasi dengan teknologi modern. Prinsipnya adalah dengan menggunakan kombinasi perbedaan tekanan udara, dan penyesuaian iklim lingkungan di daerah Persia.




3. Saluran Air Grafitasi Romawi

Bangsa Romawi kuno juga mengembangkan suatu saluran air yang memanfaatkan gravitasi bumi untuk mengalirkan air ke seluruh wilayah Romawi. Selain digunakan untuk mengalirkan air, saluran air gravitasi ini juga digunakan dalam berbagai kegiatan masyarakatnya, diantaranya untuk roda air, hidrolik penghancur bijih besi, dan lain - lain.




4. Saluran Bawah Tanah

Karena Yerussalem terletak di dataran tinggi dan jauh dari sumber air, maka kota ini memenuhi kebutuhan air dari sungai bawah tanah. Masyarakatnya telah mengembangkan suatu saluran air bawah tanah yang masih bisa digunakan hingga saat ini, meski telah berumur puluhan ribu tahun.




5. Pemanfaatan Energi Geothermal
Peradaban Romawi kuno telah memanfaatkan energi panas bumi untuk memenuhi kebutuhan energinya. Energi panas bumi berasal dari gunung berapi Vesuvius, yang kemudian memanaskan air di sekitar wilayah tersebut.



Panas yang dihasilkan tadi kemudian digunakan untuk berbagai hal, seperti untuk pemandian air panas, hidrolik, kebutuhan medis, dan lainnya. Jika listrik telah ditemukan pada masa itu, mungkin sumber energi ini bisa dimanfaatkan lebih luas lagi.




6. Pemanfaatan Energi Surya
Pemanfaatan energi surya telah ditemukan oleh peradaban Yunani kuno. Jika kita menggunakan sel surya sebagai pembangkit tenaga listrik, maka peradaban Yunani kuno menggunakannya sebagai cadangan panas selama musim dingin berlangsung.


Konsepnya begitu sederhana, mereka membuat bangunan yang menghadap ke arah matahari, dan seluruh bangunan didesain seperti itu untuk menangkap sinar matahari sebanyak - banyaknya di siang hari karena sinar matahari lebih rendah dari atap mereka.

Ketika di malam hari, seluruh Peradaban Romawi selangkah lebih maju dengan menambahkan kaca untuk menyerap panas matahari dengan maksimal. Ternyata pemanfaatan tenaga surya itu sudah ada sejak lama ya.





7. Istana Tebing (Cliff Palace)
Tempat yang disebut dengan Istana Tebing ini terletak di Mesa Verde National Park, Colorado. Bangunan unik ini dibangun oleh masyarakat Amerika Utara pada zaman dahulu. Desain konstruksi yang unik ini memiliki tujuan sebagai pendinginan dari sengatan matahari yang panas pada masa itu.




Kita tidak bisa meremehkan begitu saja bangunan - bangunan zaman dahulu. Terkadang, dengan teknologi modern sekalipun, belum tentu dapat menghasilkan bangunan serupa dengan fungsi yang sama pula. Arsitektur zaman kuno memang luar biasa, menandakan bahwa pencapaian ilmu pengetahuan pada masa itu tergolong maju.


-Sekaian, semoga pelajaran di atas dapat menambah pengetahuan kita !